Edukasi Anti-Bullying Warnai Latja Taruna Akpol di Polres Kediri Kota

Edukasi Anti-Bullying Warnai Latja Taruna Akpol di Polres Kediri Kota

 

 

KEDIRI KOTA – Sebanyak 14 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat III Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita yang sedang melaksanakan latihan kerja (Latja) bersama personel pembimbing turun langsung ke sekolah - sekolah di wilayah hukum Polres Kediri Kota, Polda Jawa Timur.

 

Para calon Perwira Polri tersebut melaksanakan kegiatan sosialisasi layanan Call Center 110 dan penyuluhan kenakalan remaja di SMAN 1 Kediri Kota.

 

Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri membangun kedekatan Polri dengan generasi muda sekaligus meningkatkan kesadaran hukum sejak usia sekolah.

 

"Melalui Latja ini kami dorong para Taruna Akpol untuk berinteraksi dengan masyarakat khususnya para pelajar untuk memberikan edukasi tentang kesadaran hukum termasuk mencegah kenakalan remaja serta pemanfaatan layanan kepolisian," terang AKBP Anggi, Jumat (12/6/26).

 

Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa dan guru dengan antusias. Hadir dalam kegiatan itu Pabingnis Binmas Iptu Moh. Komaruzaman serta Paping Latja Iptu Azizi yang mendampingi para Taruna dalam memberikan edukasi kepada para pelajar.

 

Dalam penyampaiannya, Taruna Akpol BKT Ata Arya menjelaskan pentingnya pemahaman masyarakat, khususnya kalangan pelajar, terhadap layanan darurat Polri melalui Call Center 110.

 

"Kami sedang melaksanakan sosialisasi terkait Call Center 110 dan penyuluhan tentang kenakalan remaja. Melalui kegiatan ini kami berharap para pelajar memahami cara memanfaatkan layanan kepolisian secara tepat serta mampu menghindari perilaku yang melanggar hukum," ujarnya.

 

Sementara itu, BKT Boni Arga Sihombing menegaskan bahwa keberadaan Call Center 110 merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang cepat dan responsif kepada masyarakat.

 

"Kami ingin memberi edukasi terkait 110 karena hadirnya Call Center 110 adalah wujud nyata Polri selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Layanan ini dapat dimanfaatkan untuk melaporkan berbagai kejadian yang membutuhkan kehadiran dan bantuan kepolisian," jelasnya.

 

Selain sosialisasi layanan kepolisian, para Taruna juga memberikan penyuluhan mengenai bahaya kenakalan remaja, seperti perundungan (bullying), tawuran, penyalahgunaan narkoba, balap liar, hingga penggunaan media sosial yang tidak bijak.

 

Para siswa diajak untuk lebih disiplin, berprestasi, serta mampu menjadi generasi muda yang bertanggung jawab.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar semakin memahami pentingnya menjaga perilaku positif, menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, serta mengetahui akses layanan kepolisian yang dapat digunakan kapan saja saat membutuhkan bantuan. (*)